Senin, 02 Oktober 2017

Hadis Tentang Ekonomi Islam


A.  Pengertian Ekonomi Islam
Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani Kuno (Greek) yaitu oicos dan nomos yang berarti rumah dan aturan (mengatur urusan rumah tangga).1 Ekonomi Islam dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-iqtishad al-islami. Al-iqtishad secara bahasa berarti al-qashdu yaitu pertengahan dan berkeadilan. Menurut Syauqi al-Fanjari merumuskan pengertian ekonomi Islam dengan rumusan yang sederhana. Ekonomi Islam adalah aktivitas ekonomi yang diatur sesuai dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
Nejatullah ash-Shiddiqi mendefinisikan Ekonomi Islam sebagai tanggapan-tanggapan pemikir-pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada zamannya. Disisi lain Khurshid Ahmad juga mendefinisikan ekonomi Islam sebagai upaya sistematis untuk memahami masalah ekonomi dan perilaku manusia yang berkaitan dengan masalah itu demi perspektif Islam.2 Menurut Syauqi al-Fanjari merumuskan pengertian ekonomi Islam dengan rumusan yang sederhana. Ekonomi Islam adalah aktivitas ekonomi yang diatur sesuai dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Nejatullah ash-Shiddiqi mendefinisikan Ekonomi Islam sebagai tanggapan-tanggapan pemikir-pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada zamannya. Disisi lain Khurshid Ahmad juga mendefinisikan ekonomi Islam sebagai upaya sistematis untuk memahami masalah ekonomi dan perilaku manusia yang berkaitan dengan masalah itu demi perspektif Islam.
 IslamSecara garis besar pembahasan ekonomi mencangkup tiga hal, yaitu ekonomi sebagai usaha hidup dan pencaharian manusia (economical life), ekonomi dalam rencana suatu pemerintahan (political economy), dan ekonomi dalam teori dan pengetahuan (economical science).3
B.  Karakteristik Ekonomi Islam
Yusuf al-Qaradhawi menyatakan bahwa ekonomi Islam itu adalah ekonomi yang berasaskan ketuhanan, berwawasan kemanusiaan, berakhlak, dan ekonomi pertengahan. al-Qaradhawi ini muncul empat nilai-nilai utama yang terdapat dalam ekonomi islam sehingga menjadi karakteristik ekonomi islam yaitu:
1.      Iqtishad Rabbani (Ekonomi ketuhanan)
2.      Iqtishad Akhlaqi (Ekonomi Akhlak)
3.      Iqtishad Insani (Ekonomi Kerakyatan)
4.      Iqtishad Washathi (Ekonomi pertengahan).4
C.  Hakikat Ekonomi Islam
Hakikat ekonomi Islam itu merupakan penerapan syariat dalam aktivitas ekonomi di tengah masyarakat. Hakekat dari ekonomi islam sendiri terlihat dari sumber-sumber ajaran Islam serta maqashid al-syari’ah umumnya yang bertujuan merealisasikan kesejahteraan manusia dengan terealisasinya keberuntungan (falah) dan kehidupan yang baik (hayah thayyibah) dalam bingkai aturan syariah yang menyangkut pemeliharaan keyakinan, jiwa atau kehidupan, akal pikiran, keturunan dan harta kekayaan melalui alokasi dan distribusi sumber-sumber daya, menciptakan keseimbangan makroekonomi dan ekologi, memperkuat solidaritas keluarga dan social serta jaringan masyarakat, dan menciptakan keadilan terutama dalam distribusi. Rasulullah pernah menyatakan:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ
“Aku tinggalkan dua pusaka pada kalian, jika kalian berpegang pada keduanya, niscahya tidak akan tersesat, yaitu kitab Allah (al-Qur’an) dan sunnah Rasulnya."(HR. Al. Hakim an naisaburi)
Hadist tentang Nilai Dasar Ekonomi Islam
sabda nabi berikut:
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ الخُذْرِىْ رَضِى اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلتَاجِرُ اْلاَمِيْنُ الصَدُوْقُ مَعَ الَّببِيِّنَ والصِدِيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ (روه الترمذى) وَفِى رِوَيَةِ اَحْمَدَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :التَاجِرُ الصَدُوْقُ اْلاَمِيْنُ مَعَ النَبِيِيْنَ وَالصِدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ يَوْمَالقِيَامَةِ
Dari Abū Sa’īd al-Khudzī r.a.  katanya, Rasulullah SAW bersabda “ Pedagang yang terpercaya, jujur akan bersama dengan para Nabi, para shiddiqin dan syuhada” (HR. al-Tirmidzi. Dalam riwayat Ahmad Rasulullah bersabda, “Pedagang yang jujur lagi terpercaya akan bersama dengan para Nabi, para siddiqin, dan para syuhada’ pada hari kiamat” (HR. Ahmad)
Hadist tentang kerja sama ekonomi:

أَخْبَرَنَا عَمْرُوْ بْنُ زُرَارَةَ قَالَ أَنْبَأَنَا اِسْمَعِيْلُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ قَالَ كَانَ مُحَمَّدٌ يَقُوْلُ اْلأَرْضُ عِنْدِي مِثْلُ مَالِ الْمُضَارَّبَةِ فَمَا صَلُحَ فِي اْلأَرْضِ وَمَا لَمْ يَصْلُحْ فِي مَالِ الْمُضَارَّبَةِ لَمْ يَصْلُحْ فِي اْلأَرْضِ قَالَ وَكَانَ لاَ يَرَى بَأْسًا أَنْ يَدْفَعَ أَرْضَهُ إِلَى الأَكَّارِ عَلَى أَنْ يَعْمَلَ فِيْهَا بِنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَأَعْوَانِهِ وَبَقَرِهِ وَلاَيُنْفِقَ شَيْئًا وَتَكُوْنَ النَّفَقَهُ كُلُّهَا مِنْ رَبِّ الأَرْضِ
Nabi bersabda: “bagiku bumi bagaikan harta mudhorabah, apa yang baik pada harta maka baik pula pada buminya, jika tidak baik maka tidak baik pula pada bumi tersebut.” Dari Nabi Muhammad bersabda “Tidak ada masalah memberikan buminya pada pengelola tanah untuk digarap sendiri bersama anak, teman, dan pembantu dan sapinya, dan tidak usah memberi sedekah, yang mengeluarkan sedekah ditanggung oleh pemilik tanah.
(matan infirot)
      Nilai kerjasama islam harus dapat dicerminkan dalam semua tingkat kegiatan ekonomi. Bentuk kerja sama adalah qirat, yaitu kerjasama antara pemilik modal dengan pemilik keahlian. Qirat dikenal dengan participation loan, tanpa beban bunga, modal tetapi atas dasar proft-lost-sharing. Karena itu, pemilik modal bukan sebagai peminjam tetapi merupakan partner.5

Endnote:
[1]    Idri, Hadis Ekonomi (Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi), (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), hal 1
[2]    Veithzal Rivai dan Andi Buchari, Mengislamkan Ekonomi Masyarakat & Memasyarakatkan Ekonomi Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hal. 12.
[3]   Idri, Hadis Ekonomi (Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi), hal. 3

[4]   Rozalinda, Ekonomi Islam: teori dan aplikasinya pada aktivitas ekonomi, hal. 10

[5]  Ilfi Nur, Hadis-Hadis Ekonomi, hal. 23










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hadis-Hadis Ekonomi

Hadis Tentang Larangan Jual Beli

Hadis Tentang Larangan Jual Beli JENIS JUAL BELI YANG DILARANG DALAM ISLAM Transaksi jual beli merupakan kegiatan yang sud...

Hadis Ekonomi Islam